Jajak Pendapat
Apakah Informasi yang tersaji pada Website Dinas Kesehatan Kota Denpasar, bermanfaat bagi Anda?
Baca Berita

EVALUASI KINERJA JUMANTIK PUSKESMAS III DENPASAR UTARA

Oleh : dinkes | 29 Januari 2015 | Dibaca : 5103 Pengunjung

Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Denpasar telah menimbulkan keresaham di masyarakat. Oleh karena nya kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) mendapat perhatian serius dari seluruh kalangan masyarakat. Berbagai upaya telah dilaksanakan oleh Pemerintah, salah satunya dengan cara merekrut “Kader Jumantik”. Keberadaan Kader Jumantik diharapkan dapat memutus mata rantai nyamuk Aedes Aegypty.sp serta menyadarkan masyarakat akan pentingnya perilaku hidup bersih dan sehat. Dalam menjalankan tugasnya memantau jentik ke rumah-rumah tentunya Kader Jumantik dihadapkan dengan berbagai situasi dan permasalahan nya di lapangan seperti : anjing galak, rumah yang kosong atau rumah digembok dan banyak lahan yang tak bertuan. Dengan munculnya permasalahan diatas, maka perlu kiranya diadakan suatu evaluasi  terhadap kinerja daripada Jumantik itu sendiri. Adapun tujuan dari diadakannya Evaluasi Jumantik adalah :

TUJUAN UMUM:

untuk melakukan penilaian terhadap keberhasilan program P2DBD

TUJUAN KHUSUS:

1.      Mengevaluasi hasil yang telah dicapai Kader Jumantik

2.      Membuat strategi ke depan dalam upaya pencegahan dan memutus mata rantai nyamuk Aedes Aegypti

3.      Memberikan masukan serta solusi terhadap permasalahan yang muncul di lapangan

4.      Mengambil keputusan atau kebijakan terkait permasalahan yang ada.

Mengingat betapa pentingnya kegiatan evaluasi ini, maka pada tanggal 31 Januari 2014 bertempat di ruang pertemuan lantai III Puskesmas III Denpasar Utara telah dilaksanakan kegiatan “ Evaluasi Jumantik”. Kegiatan ini merupakan kegiatan rutin yang dilaksanakan setiap empat (4) bulan sekali dengan melibatkan seluruh kader Jumantik dari empat (4) desa yaitu : Peguyangan Kangin, Peguyangan Kaja, Kelurahan Peguyangan dan desa Dauh Puri Kaja, Aparat Dari desa masing-masing, staf dari Puskesmas dan bapak Camat denpasar utara.

PELAKSANAAN :

Pada tahap awal kegiatan ini, masing masing dari Koordinator memaparkan gambaran kasus yang ada di wilayah kerjanya. Dari gambaran tersebut dapat dilihat bahwa kasus Demam Berdarah  secara keseluruhan di Wilayah Kerja Puskesmas III Denpasar Utara tahun 2014 sebanyak 54 kasus. Kasus tertinggi terjadi pada bulan Februari sampai dengan Maret. Sementara kasus terbanyak disumbangkan oleh Kelurahan Peguyangan dengan jumlah kasus 19 orang (ABJ 97,82%), selanjutnya diikuti oleh Desa Dauh Puri Kaja dengan 14 kasus ABJ (90,68%), dan Desa Peguyangan Kaja dengan 11 kasus (ABJ=99,08%) serta Desa Peguyangan Kangin dengan jumlah kasus sebanyak 10 kasus dengan ABJ mencapai 97,26%. Berdasarkan data yang kami kumpulkan, perbandingan antara jumlah penduduk, jumlah kasus, ABJ (Angka Bebas Jentik), dan IR (Incident Rate) tahun 2013 dengan tahun 2014 dapat dilihat pada table dibawah ini.

 

Tabel 1.PERBANDINGAN ANTARA JUMLAH PENDUDUK, JUMLAH KASUS, ABJ (ANGKA BEBAS JENTIK), DAN IR (INCIDENT RATE)

No

TAHUN

JUMLAH PENDUDUK (SUPAS)

KASUS DBD

IR (per 100000)

ABJ (Angka Bebas Jentik)

1

2013

59.624

157

263.3

94.84

2

2014

60.216

54

89.7

96.21

“Secara Keseluruhan bila dibandingkan dengan kasus DBD tahun lalu (2013) sebanyak 157 kasus maka pada tahun 2014 ini kasus DBD di Puskesmas III Denpasar Utara mengalami penurunan” Ungkap Kapus Denut III. Selain jumlah kasus, ABJ  juga memegang peranan penting sebagai salah satu indicator untuk mengetahui kepadatan jentik di suatu wilayah. Pada umumnya semakin tinggi ABJ maka kasus di wilayah tersebut semakin rendah, begitu pula sebaliknya. Dalam evaluasi yang diadakan di Puskesmas III Denpasar Utara terungkap bahwa ABJ Pada tahun 2014 sebesar 96,21%, lebih tinggi jika dibadingkan dengan tahun sebelumnya (2013) sebesar 94,84%. Peningkatan ABJ ini merupakan hal yang positif bagi perkembangan kasus DBD (Demam Berdarah Dengue) di wilayah kerja Puskesmas III Denpasar Utara, sekaligus menepis adanya anggapan dari masyarakat bahwa “jumantik bekerja di belakang meja” tidak terbukti.

Keberhasilan dalam menurunkan angka kesakitan (IR) DBD (Demam Berdarah Dengue) di wilayah kerja Puskesmas III Denpasar Utara juga tidak terlepas dari peranan seluruh elemen masyarakat beserta kader jumantik untuk selalu mengingatkan warganya betapa pentingnya melaksanakan PSN dilingkungan sekitarnya. PSN (Pemberantasan Sarang Nyamuk) dinilai lebih efektif daripada melakukan fogging mengingat dampak racun yang ditimbulkannya. Fogging hanya dapat dilakukan apabila ada indikasi seperti : terdapat tersangka minimal 1 orang, positif jentik tidak lebih dari 10%, ada penderita panas di lingkungan sekitar

Oleh karena itu, “pada kesempatan yang baik ini saya mengingatkan kepada kader jumantik agar lebih mengintensifkan pemeriksaan jentik mengingat pada tahun 2015 merupakan siklus 5 tahunan peningkatan kasus DBD. Tidak lupa pula saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh elemen masyarakat yang ikut berpartisipasi dalam mendukung kegiatan ini”. Ungkap Kapus III Denpasar Utara.


Oleh : dinkes | 29 Januari 2015 | Dibaca : 5103 Pengunjung


Berita Lainnya :

Lihat Arsip Berita Lainnya :

 



Video
No Video.
Facebook
Twitter