DOKTER SPESIALIS ENDOKRIN DI PAGUYUBAN DIABETES PUSKESMAS II DENPASAR BARAT

  • 03 Juni 2013
  • Oleh: dinkes
  • Dibaca: 1089 Pengunjung
DOKTER SPESIALIS ENDOKRIN DI PAGUYUBAN DIABETES PUSKESMAS II  DENPASAR BARAT Akhirnya Paguyuban Diabetes Puskesmas II Denpasar Barat berkesempatan untuk mendapatkan pemaparan materi tentang diabetes dari dokter spesialis endokrin. Pada tanggal 27 April 2013 bekerja sama dengan PT. Askes dan PT. Novo Nordisk , dr. Pande Dwipayana, SpPD dari RSUP Sanglah membahas tuntas tentang diabetes mulai dari definisi, gejala, penatalaksanaan, dan komplikasinya. Pada kesempatan ini juga dibahas tentang penggunaan insulin pada diabetes karena menurut dr. Lanawati selaku Kepala Puskesmas II Denpasar Barat banyak peserta paguyuban diabetes mempunyai kontrol gula darah buruk yang memerlukan terapi insulin tapi masih ada keraguan pada peserta paguyuban. Menurut dr. Pande Dwipayana ,SpPD paradigma baru pengobatan diabetes ada dikenal “ Intensive Diabetes Management “ yaitu pemberian insulin dilakukan secara intensive dengan atau tanpa kombinasi dengan obat oral yang dapat memperbaiki fungsi sel beta pankreas. Walaupun demikian pengelolaan diabetes juga tetap mengedepankan perubahan gaya hidup, pengelolaan makan, dan olah raga. Anggapan bahwa insulin hanya digunakan jika obat oral tidak bisa mengontrol gula darah dengan kata lain digunakan untuk terapi akhir sama sekali tidak, makin lambat kita memakai insulin ( bila waktunya sudah mengharuskan ) kerusakan pankreas semakin parah dan akhirnya kita harus terus menggunakannya dan dosisnya semakin besar. Kadang kala orang ketakutan akan ketergantungan pemakaian insulin seumur hidup. Pada DM tipe I penggunaan insulin tidak dapat dihentikan tapi pada DM tipe II tergantung kondisi masing-masing pasien. Suntikan insulin akan membantu pankreas yang selama ini kurang optimal menghasilkan insulin untuk beristirahat. Dengan beristirahat pankreas diharapkan akacan dapat membuat insulin seperti sebelumnya. Bila fungsi pankreas sudah dinilai mampu memproduksi insulin dengan baik, injeksi insulin dari luar dapat dihentikan. Dengan kata lain pemberian injeksi insulin dapat diberikan sejak awal sebelum kerusakan berat terjadi pada pankreas . Ketakutan karena sakit saat disuntikpun tidak dipermasalahkan lagi karena menurut beliau sekarang sudah ada alat suntik modern ( seperti pen insulin ) yang jauh lebih praktis dan tidak menimbulkan rasa sakit. Peserta paguyuban yang hadir pada saat itu lebih kurang 40 orang sangat antusias dengan pemaparan materi dari beliau, itu terbukti dari pertanyaan-pertanyaan peserta saat sesi tanya jawab. Acara yang berlangsung 2,5 jam itu memberi kesan mendalam pada peserta paguyuban dan mereka berharap agar kegiatan-kegiatan seperti itu bisa berjalan secara berkesinambungan. “Bravo Paguyuban Diabetes Puskesmas II Denpasar Barat” (kms-db2)

  • 03 Juni 2013
  • Oleh: dinkes
  • Dibaca: 1089 Pengunjung

Artikel Terkait Lainnya

dr. Luh Putu Sri Armini, M.Kes

01

Jun

Kadus jematang

LPJ padam


31

May

I WAYAN YOGA ANJASMARA

Gorong gorong mampet


29

May



Apakah Informasi yang tersaji pada Website Dinas Kesehatan Kota Denpasar, bermanfaat bagi Anda?