Baca Berita

ANTISIPASI MEREBAKNYA KASUS DEMAM BERDARAH DENGUE PEMKOT DENPASAR LAKUKAN FOGGING MASSAL UNTUK KEDUA KALINYA

Oleh : seknid | 22 Maret 2016 | Dibaca : 1553 Pengunjung

Tingginya mobilitas penduduk dan banyaknya pemukiman baru yang padat penduduk di Kota Denpasar sangat membebani lingkungan, sehingga lingkungan menjadi kondusif bagi perkembangan penyakit menular utamanya Demam Berdarah Dengue(DBD).Saat ini kewaspadaan terhadap nyamuk penular penyakit Demam Berdarah Dengue (Aedes aegypti) harus senantiasa ditingkatkan. Cuaca yang tak menentu yang sebentar panas sebentar hujan akan menyebabkan banyaknya genangan air seperti pada kontainer, selokan, wadah-wadah plastik ataupun kaleng, kulit buah-buahan, lobang batu,dll. Ini tentunya menjadi tempat yang sangat potensial bagi nyamuk Aedes vaegypti untuk bersarang dan berkembang biak yang berakibat pada meningkatnya penularan penyakit DBD.

Dalam rangka memutus mata rantai penularan dan memaksimalkan upaya pencegahan dan pengendalian penyakit DBD yang kasusnya merebak akhir-akhir ini seiring dengan perubahan cuaca dan diperkirakan akan mencapai puncaknya pada bulan April-Mei-Juni 2016, maka Pemerintah Kota Denpasar melalui Dinas Kesehatan kembali melaksanakan penyemprotan/fogging massaluntuk kedua kalinya di seluruh wilayah kecamatan dan desa/kelurahan dengan menggunakan ULV (Ultra Low Volume) disertai dengan abatisasi massal lanjutan (Siklus III). Fogging ini menggunakan 3 mesin ULV yang diangkut oleh 3 unit mobil pick up berjalan  dan 6 orang petugas fogging serta 3 orang staf pengawas lapangan, dilaksanakan selama 20 hari dari tanggal 21 Maret 2016 s/d9  April  2016 setiap hari, mulaiPk.04.00 Wita sampaidenganPk. 06.00 Witasesuai jadwal yang telah disusun. Fogging ULV ini telah didahului dengan kegiatan abatisasi massal yang telah dilaksanakan sejak bulan September 2015 (siklus I) dilanjutkan lagi pada bulan Desember 2015 (siklus II) dan fogging massal pada bulan Nopember-Desember 2015  

Untuk efektivitas, keamanan dan keselamatan fogging massal tersebut,  diminta kerja sama masyarakat sebagai berikut : (1) membuka pintu dan jendela pada saat mobil penyemprotan lewat; (2) jangan berdiri dekat-dekat dengan mobil penyemprot; (3) sebelumnya agar menutup makanan dan minuman rapat-rapat , tutup hidung dan mulut dengan masker, dll; (4) mengamankan anak kecil/bayi dari kabut semprotan; (5) mengamankan binatang peliharaan yang peka terhadap insektisida, seperti: lobster, ikan hias, dll.

Walikota Denpasar, Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra, SE,Msi, didampingi oleh Kepala Dinas Kesehatan, dr. Luh Putu Sri Armini, M.Kes pada beberapa kesempatan sebelumnya menyatakan bahwa untuk memberantas penyakit demam berdarah dengue diperlukan upaya  yang maksimal dan harus dilakukan secara terintegrasi baik oleh pemerintah, masyarakat maupun pemangku kepentingan lainnya. Perlu dilakukan terobosan-terobosan baru dalam pencegahan dan pengendaliannya.

 Fogging ini harus didahului dan dilanjutkan dengan gerakan pemberantasan jentik nyamuk karena fogging hanya membasmi nyamuk dewasa saja, sedangkan jentiknya tidak. Peran serta masyarakat dalam melaksanakan Gerakan Serentak Pemberantasan Sarang Nyamuk (Gertak PSN DBD) dengan cara 4M-PLUSsangat diperlukan, bahkan memegang peranan yang sangat penting dan utama.


Oleh : seknid | 22 Maret 2016 | Dibaca : 1553 Pengunjung


Berita Lainnya :

Lihat Arsip Berita Lainnya :

 



Video
No Video.
Facebook
Twitter