Baca Berita

CEGAH MEREBAKNYA KASUS DEMAM BERDARAH DENGUE PEMKOT DENPASAR LAKUKAN LARVASIDASI DAN FOGGING MASSAL

Oleh : seknid | 12 November 2015 | Dibaca : 3494 Pengunjung

Saat ini kewaspadaan terhadap nyamuk penular penyakit Demam Berdarah Dengue (Aedes aegypti) harus senantiasa ditingkatkan. Dengan turunnya musim hujan akan menyebabkan banyaknya genangan air seperti pada kontainer, wadah-wadah plastik ataupun kaleng bekas, kulit buah-buahan, dll. Ini tentunya menjadi tempat yang sangat disenangi nyamuk Aedes vaegypti untuk bersarang dan berkembang biak. Saat cuaca hujan, nyamuk bertelur dan panas membuat telur cepat matang sehingga berkembang lebih cepat. Hal ini sangat memberi sumbangan bagi bertambahnya korban penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD).

Indonesia merupakan salah satu negara endemis DBD yang setiap tahun cenderung terjadi Kejadian Luar Biasa (KLB) di berbagai kabupaten/kota termasuk di Kota Denpasar, oleh karena itu sangat diperlukan upaya-upaya pengendalian dan pemberdayaan masyarakat dalam memberantas DBD terutama peningkatan pelakasanaan gerakan serentak pemberantasan sarang nyamuk penular DBD (Gertak PSN DBD) secara terus menerus setidaknya seminggu sekali, baik di dalam maupun di lingkungan rumah masing-masing serta di tempat-tempat umum seperti sekolah, pasar, balai banjar, dll.

Dalam upaya mencegah merebaknya kasus DBD pada tahun 2016nanti, sejak saat ini Pemkot Denpasar telah melakukan berbagai langkah antisipatif, antara lain: 1) Gerakan Serentak (Gertak) PSN DBD ke rumah-rumah penduduk dan tempat-tempat umum sekaligus penaburan bubuk larvasida (larvasidasi massal) pada tempat-tempat penampungan air (TPA) baik yang positif jentik maupun yang berisiko positif jentik yang dilakukan oleh 474 orang juru pemantau jentik (Jumantik) dibantu anggota masyarakat yang telah dilakukan sejak bulan September tahun 2015 hingga saat ini untuk membasmi jentik-jentik nyamuk penular DBD; 2) Dilanjutkan dengan kegiatan fogging massal yang dilaksanakanmulai tanggal 12 Nopember 2015untuk membasmi nyamuk dewasa; 3) fogging fokus pada setiap kasus DBD yang terindikasi untuk difogging; 4)Penyuluhan tentang pencegahan dan pemberantasan DBD.

Dengandilakukannya berbagai kegiatan tersebut diharapkan kasus DBD yang biasanya meningkat tajam seiring dengan turunnya musim hujan dapat ditekan seminimal mungkin dan Kejadian Luar Biasa (KLB DBD) pada tahun 2016 dapat dicegah. Namun demikian fogging/penyemprotan hanya mampumembunuh nyamuk dewasanya saja, sedangkan jentiknya tidak. Jentik tersebut akan berkembang menjadi nyamuk-nyamuk baru yang siap untuk menularkan kembali penyakit DBD. Oleh karena itu dimohon kepada seluruh anggota masyarakat/rumah tangga untuk dapat melakukan gerakan pemberantasan sarang nyamuk secara serentak dan berkelanjutan setidaknya seminggu sekali baik di rumah maupun di lingkungan rumah masing-masing serta di tempat-tempat umum, sehingga setelah kegiatan fogging massal selesai dilaksanakan tidak akan muncul lagi nyamuk-nyamuk baru yang siap menularkan DBD. Kepedulian dan peran serta masyarakat dalam melaksanakan Gerakan Serentak Pemberantasan Sarang Nyamuk (Gertak PSN DBD) dengan cara 3M-PLUS adalah kunci utama terhadap keberhasilan pemberantasan penyakit DBD. Jika PSN DBD belum menjadi gerakan serentak, besar kemungkinan nyamuk ini masih ada di sekitar kita dan berpotensi menimbulkan wabah DBD.

Musim hujan segera datang, DBD mengancam anda. Waspadalah!!!. Cegah dengan 3M Plus:

3M:

1. Menguras bak mandi dan tempat penampungan air lainnya setidaknya seminggu sekali

2. Menutup rapat tempat penampungan air sehingga nyamuk tidak dapat bertelur di tempat tersebut

3. Mengubur/menyingkirkan/memanfaatkan kembali barang bekas yang dapat menampung air hujan

Plus:   

1. Memasang kawat/kasa nyamuk pada setiap lubang ventilasi rumah

2. Menaburkan bubuk larvasida secara berkelanjutan setiap 2-3 bulan sekali pada tempat penampungan air yang sulit dikuras

3. Memelihara ikan pemakan jentik pada tempat penampungan air (ikan cupang, ikan gufi, ikan kepala timah, dll)

4. Hindari menggantung pakaian baik di dalam maupun di luar rumah

5. Menggunakan lotion anti nyamuk (repellent)


1. Persiapan oleh Masyarakat  sebelum fogging dilaksanakan  :

  • Jendela rumah agar  semua ditutup, sisakan satu pintu depan dibuka.
  •  
  • Kasur / bantal / sprai ditutup atau dilipat.
  •  
  • Makanan dan Minuman agar ditutup atau dimasukkan  ke dalam  almari makan.
  •  
  • Kompor  agar dimatikan
  •  
  • Binatang peliharaan sementara agar dibawa keluar rumah
  •  
  • Bayi  dan orang tua agar  dibawa keluar rumah
  •  
  • Kalau semuanya sudah siap baru melaksanakan fogging.


2. Kalau di ruangan sudah selesai difoging , mohon pintu depan  ditutup  antara 20 – 30 menit   agar asap di ruangan tersebut berinteraksi.

3. Lantai di pel dengan  menambahkan super pel sehingga lantai  tidak licin.

4. Setelah kering dan bersih baru masuk rumah.


Oleh : seknid | 12 November 2015 | Dibaca : 3494 Pengunjung


Berita Lainnya :

Lihat Arsip Berita Lainnya :

 



Video
No Video.
Facebook
Twitter