Patuh Gunakan Obat Bagi Pasien Penyakit Kronis (Diabetes Melitus dan Hipertensi) “Mari Gunakan Aplikasi PMO (Pengingat Minum Obat)”

  • 11 Juli 2018
  • Oleh: seknid
  • Dibaca: 1379 Pengunjung

Sebuah inovasi telah diluncurkan oleh tenaga kesehatan teladan Puskesmas I Denpasar Utara, I Gusti Ayu Agung Kristina Dewi, A.Md, Farm menyusun kreativitas sebagai bentuk pemecahan masalah terkait keterbatasan pelayanan kefarmasian di Puskesmas I Denpasar Utara. Terdapat beberapa faktor pendukung dalam meningkatkan mutu pelayanan kefarmasian yang nyata nya belum memadai, salah satu faktor tersebut yakni adanya pasien penyakit kronis yang tidak patuh dalam mengkonsumsi obat, keadaan tersebut menyebabkan kondisi kesehatan pasien tidak terkontrol dan tidak sedikit yang kembali ke puskesmas dengan jadwal kontrol yang tepat namun dengan sisa obat yang banyak, keadaan tersebut dibarengi dengan kondisi pasien yang menunjukkan penurunan.

            Pelayanan kefarmasian merupakan suatu pelayanan langsung dan bertanggung jawab kepada pasien yang berkaitan dengan sediaan farmasi dengan maksud mencapai hasil yang pasti untuk meningkatkan mutu kehidupan pasien. Inovasi kreatif dengan menggunakan media aplikasi PMO (Pengingat Minum Obat) telah diberlakukan untuk pasien khususnya dengan penyakit kronis (Diabetes Melitus dan Hipertensi), adanya media inovatif ini  diharapkan dapat memberikan pemahaman tentang obat yang baik dan benar kepada masyarakat, serta meningkatkan kepatuhan pasien dalam menjalankan terapi demi keberhasilan pengobatan, dengan demikian diharapkan juga dapat meningkatkan mutu pelayanan kefarmasian di Puskesmas I Denpasar Utara. Namun, tidak menutup kemungkinan puskesmas lainnya untuk menggunakan aplikasi PMO ini sebagai upaya membantu para pasien penyakit kronis lebih patuh saat mengonsumsi obat.

Dikutip dari voaindonesia.com, konsep “smart city” atau kota cerdas kini mulai diterapkan di berbagai kota besar di Indonesia, salah satunya kota Denpasar. Sejak tahun 2015 melalui Dinas Komunikasi dan Informatika, pemerintah kota Denpasar resmi menerapkan layanan sistem terpadu. Sistem pelayanan ini dapat dengan mudah diakses masyarakat karena telah mendukung akses via teknologi mobile. Konsep ini merupakan impian bagi kota-kota di Indonesia karena diyakini bisa menyelesaikan berbagai masalah perkotaan seperti kemacetan, penumpukan sampah, dan keamanan warga kota.

Inovasi dengan memanfaatkan media digital seperti aplikasi “Pengingat Minum Obat” ini merupakan salah satu upaya mendukung terbentuknya “smart city” khususnya untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat utamanya pasien dengan penyakit kronis seperti Diabetes Melitus dan Hipertensi. Tidak bisa dipungkiri, saat ini mulai dari usia muda hingga lansia mayoritas sudah paham  menggunakan smartphone, selain digunakan untuk berkomunikasi dan memperoleh informasi teraktual, Puskesmas I Denpasar Utara telah membuktikan bahwa smartphone akan membantu pasien penyakit kronis agar lebih patuh mengonsumsi obat dengan bantuan aplikasi “Pengingat Minum Obat.”

            Aplikasi “pengingat minum obat” pada smartphone merupakan kegiatan serupa PMO (Pendampingan Menelan Obat) namun tidak dengan bantuan individu melainkan dengan bantuanaplikasi Pengingat Minum Obat pada smartphone pasien atau kerabat pasien (jika pasien lansia atau tidak memiliki smartphone). Sasaran aplikasi ini adalah pasien dengan  penyakit kronis (Diabetes Melitus dan Hipertensi) yang kepatuhannya kurang dalam mengkonsumsi obat secara rutin, hal ini dapat dilihat dari kedatangan pasien untuk kontrol yang terlambat serta adanya sisa obat dengan jumlah signifikan pada saat waktunya kontrol. 

Salah satu contoh pasien yang menggunakan aplikasi “pengingat minum obat” adalah Nyoman Gede Wirya (53 tahun) yang sebelumnya merupakan pasien tidak patuh pengobatan Diabetes Melitus karena ketika kontrol obat masih tersisa, dari Desember 2017 sampai Januari 2018. Sejak 24 Januari 2018 smartphone Nyoman Gede Wirya sudah terinstal aplikasi dengan hasil yang menunjukkan bahwa sampai Maret 2018 pasien kontrol dengan kepatuhan penggunaan obat yang sudah meningkat. Efektivitas penggunaan aplikasi ini dapat dilihat dari bulan Desember 2017 terdapat 4 orang pasien penyakit kronis (Diabetes Melitus dan Hipertensi) dengan kepatuhan penggunaan obat yang tidak optimal. Setelah diberlakukan aplikasi PMO, pada bulan Maret 2018 terdapat 3 pasien yang sudah menunjukkan kepatuhan mengonsumsi obat, sedangkan 1 pasien masih dalam tahap pemantauan. Pasca dilaksanakan pembaharuan dengan menerapkan aplikasi ini menunjukkan hasil bahwa sampai pada bulan Juni 2018 sudah terdapat 8 orang pasien yang mulai menunjukkan kepatuhan dalam penggunaan obat, sedangkan 1 orang pasien lainnya masih dalam tahap pemantauan kepatuhannya dalam mengkonsumsi obat.

            Puskesmas I Denpasar Utara telah melaksanakan monitoring penggunaan aplikasi “Pengingat Minum Obat” ini kepada 9 orang pasien dengan harapan kondisi kesehatan pasien tetap terkontrol. Setiap hari Senin para pasien akan dihubungi oleh pihak puskesmas untuk memastikan penggunaan aplikasi sesuai dengan kebutuhan pasien dalam mengonsumsi obat yang mengacu pada jadwal dan dosis yang telah ditentukan. Namun, tidak menutup kemungkinan para pasien untuk menghubungi pihak Puskesmas I Denpasar Utara apabila mengalami kendala saat mengonsumsi obat ataupun dalam penggunaan aplikasi PMO tersebut.

            Upaya pemecahan masalah kefarmasian dapat ditindaklanjuti dengan melaksanakan program inovasi dan program lainnya serta mempertahankan program yang telah berjalan. Beberapa rencana tindak lanjut yang dapat dilakukan seperti; workshop dan pembekalan kefarmasian kepada perawat dan penugasan perawat dalam membantu kegiatan kefarmasian; pemenuhan obat dana perbekalan farmasi dengan pengadaan JKN melalui E-Catalogue, penyiapan brosur dan poster diruang tunggu pelayanan obat, serta evaluasi mutu pelayanan kefarmasian melalui indikator mutu klinis; ikut serta dalam kegiatan lintas program dalam waktu yang tidak mengganggu tugas pokok sebagai petugas farmasi, seperti: SIDDTK, BIAS, PJB, Promkes; tersedianya informasi nomor telepon yang dapat dihubungi oleh pasien sewaktu-waktu ketika memerlukan informasi obat; serta penerapan aplikasi PMO pada smartphone pasien yang mengalami kendala dalam kepatuhan mengkonsumsi obat, dengan tidak lupa memberikan KIE pentingnya mengkonsumsi obat sesuai aturan pakai sehingga penyakit dapat terkontrol dan teratasi.

Berikut adalah Langkah-Langkah Memperoleh Aplikasi “Pengingat Minum Obat” Pada Smartphone:

1.      Pengguna dapat langsung mendownload aplikasi “Pengingat Minum Obat” melalui Play store, dengan link: https://play.google.com/store/apps/details?id=com.arifstudio.pengingatminumobat&hl=in

 

2.      Setelah aplikasi terinstal, pengguna dapat mulai menginput jenis obat yang dikonsumsi.

Pada tanda "+", pengguna memasukkan data obat yang dikonsumsi.

Berikutnya pada kolom "NAMA", dapat menginput nama jenis obat (misalnya Glimepiride).

 

Selanjutnya pada kolom “INFO”, pengguna menambahkan dengan informasi tambahan seperti “obat diabetes diminum sebelum makan pagi”

 

3.      Langkah selanjutnya adalah memasukkan jadwal konsumsi obat dengan petunjuk pada masing-masing etiket obat (misalnya 1 kali sehari, 3 kali sehari).

4.      Diakhir proses, pengguna hanya cukup menyimpan data yang sudah terinput. Secara otomatis aplikasi ini akan mengeluarkan tanda pengingat layaknya alarm pada smartphone untuk mengingatkan pasien mengonsumsi obatnya dengan jadwal, dosis, dan keterangan obat lainnya.

   


  • 11 Juli 2018
  • Oleh: seknid
  • Dibaca: 1379 Pengunjung

Berita Terkait Lainnya

dr. Luh Putu Sri Armini, M.Kes

Apakah Informasi yang tersaji pada Website Dinas Kesehatan Kota Denpasar, bermanfaat bagi Anda?